Tentang Pertemuan Sekilas Mata

 

Siapa yang peduli dengan pertemuan di sebuah cafe?
Meski banyak film-film mengatakan itu hal yang romantic, tapi tidak juga. Itu hal yang terasa sangat biasa jika di dunia nyata. Rasa yang menggoda dan aroma makanan yang bertebaran itu lebih menarik bagiku saat itu.

Siapa yang menyangka, jika suatu waktu pertanyaan “Bagaimana tadi?” bukan lagi mengacu pada rasa makanan, tapi pada… lelaki yang ada di kafe. Ada puluhan laki-laki, dan kupikir semua sama saja. Seperti cameo yang datang dalam satu bagian cerita hidupku. Dan tak pernah muncul lagi. Jadi bagaimana bisa aku menanggapi banyak sementara yang kupikirkan hanya makanan?
Hey, aku tidak gendut!

Jadi, meski aku tahu laki-laki mana yang dimaksud, aku tak sempat memperhatikannya lekat-lekat. Yang kuingat, ia tinggi, untuk perempuan dengan badan setinggi model, tinggi badan tentu jadi pertimbangan. Selebihnya, aku percaya pada pilihan orangtuaku, jika mereka memilih dia, maka akupun percaya bahwa itu pilihan terbaik.

Jadi sudah. Biar takdir yang membawa arah perjalanan ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s