Tentang Mencari Jalan Tengah

Budaya kita memang berbeda, disini, perayaan diadakan di tempat perempuan dengan biaya lebih berat di pihak laki-laki. Disana, perayaan dibiayai oleh pihak yang menyelenggarakan perayaan.
Secara kebutuhan biaya pun kami berbeda. Aku di kota, dan dia di desa.

Seorang gadis yang tinggal di kota, dengan budaya dimana pihak laki-laki membiayai lebih banyak perayaan yang diadakan di tempat perempuan menikah dengan laki-laki desa dengan budaya dimana pihak yang mengadakan pesta lah yang lebih banyak membiayai.

Bagaimana jalan tengah yang seharusnya?

Kami berdua mungkin pada dasarnya sama-sama anak ibu. Dia akan mengikuti apa yang dikatakan ibunya, dan akupun begitu. Lalu jika ibu kami berbeda pandangan, bagaimana seharusnya?

Hari ini dia mengabari, bahwa kesiapan nominal dari keluarganya tak berubah. (mungkin) terkecuali jika perayaan diadakan di tempatnya. Jika keluarga ku enggan, maka dia siap untuk mundur..

Ada sedih yang tetiba datang, aku selalu terlalu melankolis jika tentang dia. Aku ingin menganggap bahwa pisah juga merupakan pilihan yang berat baginya. Tapi di satu sudut hati, aku juga ingin tahu, tak adakah opsi mengusahakan tambahan dana dari uang pribadi kami? Opsi itu ada bagiku.

Aku tak meminta banyak, rancangan yang kulakukan tak melebihi 50 juta untuk daerah Jakarta. Jika orangtuanya hanya bisa membiayai kurang dari setengahnya, dan orangtuaku juga mungkin tak bisa memberi banyak, 7 bulan dari saat ini, jika kami berdua menyisihkan setidaknya 1 juta dari gaji kami, akan ada 14 juta tambahan.

Aku bahkan masih mencari informasi pekerjaan sampingan yang bisa kukerjakan dari rumah sepulang kerja.

Aku tahu, kehidupan setelah menikah bahkan lebih penting dari perayaan itu, tapi setidaknya mengapa tak menyusun rencana cadangan alih-alih pasrah dengan nominal yang tersebut saat ini? Mengapa tak menitipkan separuh biaya kepada keajaiban? Mesti itu terdengar tak realistis. Berkali kita diajarkan bahwa rezeki bisa datang dari arah yang tak disangka kan?

Apa hanya aku yang mencari jalan tengahnya sendirian? Memenuhi bahagiamu, tak memberatkan orangtuamu, dan tetap menjaga orangtuaku.

Mengadakan perayaan di tempatmu mungkin jalan tengah bagimu. Tapi kamu akan tetap jadi anak ibumu, sementara aku akan jadi pasangan hidupmu. Mungkin kita berbeda paham, tapi dalam pandangku, perayaan bukan sekedar pengumuman, tapi juga persembahan untuk orang tua perempuan. Apalagi, kamu juga ada rencana membawaku ke desa kan?

Bagaimana caraku menyampaikan padamu tanpa membuatmu merasa berat? Bagaimana caraku menyampaikan ke orangtuaku tanpa mungkin akan menyinggung?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s