Tentang Istikharah Pertama

Ya, akhirnya aku memutuskan untuk istikharah. Semoga saja tidak terlalu terlambat. Semoga saja masih sempat.

Kadang, ada waktu dimana aku merasa terlalu takut untuk “pulang”. Ada rasa bersalah yang besar, dan merasa terlalu kotor untuk kembali.

Namun akhir-akhir ini kalimat dari seorang sahabat lama terus saja terngiang, “Dia tak pernah jengah sekalipun pada hamba-Nya. Selalu ada tempat untuk pulang.”

Atau, “saat kau merasa gelisah dan tak tenang, mungkin saat itu Ia sedang memanggilmu”.

Ah, siapakah aku hingga Ia  Sudi memanggilku? Dan siapakah aku yang terlalu lancang tak menyahuti panggilannya.

Lalu, seperti anak kecil dengan badan penuh lumpur yang mengendap masuk ke ruang kelas gurunya, seperti itu aku yang malu-malu memulai shalat. Dua rakaat saja, dan selantun doa, serta sebait panjang rengekan.

Semoga saja Ia masih Sudi mendengar kesahku.

__________Bride to be__________

Doa shalat istikharah yang kugunakan:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى

Allahumma inni astakhii-ruka bi ‘ilmika, wa astaq-diruka bi qud-ratika, wa as-aluka min fadh-likal adziim, fa in-naka taq-diru wa laa aq-diru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma in kunta ta’lamu anna hadzal amro khoiron lii fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii faq-dur-hu lii, wa yas-sirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Wa in kunta ta’lamu anna hadzal amro syarrun lii fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii, fash-rifhu ‘annii was-rifnii ‘anhu, waqdur lial khoiro haitsu kaana tsumma ardhi-nii bih



Sumber: https://konsultasisyariah.com/8754-tata-cara-shalat-istikharah.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s